Kenapa aku ga suka masuk ICU disini. Padahal ICU kan perawatan Insentif, harus bisa lebih enak ya?
Satu, aku ga bisa bahasa mandarin, bisanya bahasa monyet. Akibatnya, operasi yang pertama kemaren itu aku mau minta minum aza (habis operasi, haus banget lho) harus peraga-peragain kayak monyet gitu hehehhe. Kosakata mandarin yang mudah sih aku bisa, but seems they still don’t understand!
Indahlah duniaku saat itu, dalam keadaan Deep pain dan haus, ada satu dokter muda, kurus berkacamata yang tampaknya berusaha menolong diriku ini. Kebayang ga, habis operasi, aku langsung tersadar dari obat bius (yg harusnya ga gitu) sampai dokternya terkaget2 “Ar Yau Oo Lite?” Maksudnya “Are You Alright?” (Cuma kendengaran kayak mandarin huahahha…). Di ICU yang isinya 4 orang senasib, termasuk aku, semuanya tertidur dengan nyamannya akibat obat bius, sedangkan aku tidak.
Alhasil semalam aku merintih kesakitan diantara teman senasib yang bobo enak.
Kembali ke dokter muda tadi (aku harusnya liat name tagnya); Pertama dia datang padaku dan bertanya dalam bahasa mandarin apakah aku kesakitan, trus ada perawat ICU yang bilang nih anak ga bisa bhs chung wen, bisanya ying wen (inggris). Dokter muda itu terdiam sesaat. Berikut kira-kira conversation kami :
“Ar Yau Paint?” (Are You In Pain, maksudnya)
“Yes, I’m in Pain”
“Ar Yau Paint?”
“Yes, Pain”
“Were?” (Where, maksudnya)
“Here” (sambil nunjukin Iga dan punggungku yang super duper bengkak dan sakit)
“Paint? Heir?”
“Yes, Pain”
“Hurst?” (Hurt?, maksudnya)
“Yes” (tanganku sudah terkepal)
“Paint?”
“Yes”
“Were?”
“…” (Kali ini terkepalnya tanganku bukan karena sakit…. Tapi…pengen nonjok!)
“Yau? Paint?” (You in Pain?, maksudnya)
“….” Dan muntahlah aku dengan suksesnya… keluar darah dan air. Gara-gara itu perawat ICU melarang aku untuk minum (Tega benar ya…) katanya daripada muntah lagi. Kan Haus banget….. Sialan.
Dokter muda itu masih mandangin aku. (kasihan sebenarnya dia niatnya baik, tapi please dech, kalo mau aku ajarin bahasa inggris nanti ajaaaaaa aaaaa gratis kok!) Not Now!
Aku tiba-tiba pengen muntah lagi. Ingat banget otak berputar cepat, ini mesti pake kosakata yang mana biar dia ngerti aku mau muntah? (buset ga sampe di ICU aku masih aja harus mutar otak heheheh)
“Doc, I want to puke” (aku memilih kosakata ini karena merasa ini paling slank dan umum, ternyata aku salah, lebih baik aku memilih bahasa baku)
“Puk?”
“I want to throw up” (aku ubah dengan yang ini sambil nunggu reaksinya)
“Paint?”
“…” (aku udah mau nangis)
“Vomit! Yau want Vomit?”
“YES! I want to vomit!” (Aku udah kesenangan ga diduga dia bisa nebak juga!)
“Vomit?”
“Yes” (karena muntahan sudah ditengah leher”
“Yau Vomit”
“…” (oh Chris sake!!!)
Dan muntahlah aku lagi dengan sukses. Jangan salahin aku yah kalo ICU harus kerja extra keras malam itu. Hahahahaa… But I do believe they all good people in there Cuma ya itu kendala bahasa saja.
Aku ga tidur semalaman di ICU (genap 6 hari sebenarnya total aku ga tidur karena nahan sakit), pagi-pagi buta aku ngeliat pasien di depanku, orang asing bule gitu, sepertinya dia operasi tumor otak karena kepalanya terbungkus bulat dan mukanya sudah bengkak kayak Penyanyi era 60 an Boy George, hehehe… dia masih sempat renggangkan tangan kanan kiri, Nyenyak ya tidurnya. Huh!
Kalo kalian liat Rush Hour 3, adegan dimana Carter ngomong sama org cina di Dojo Kungfu yang “You, Me, You, Me” ga nyambung itu. I know exactly how he’s feeling!
Seminggu kemudian, aku udah di kamarku lagi, biasa kalo subuh sakitku kambuh aku suka dikunjungi dokter jaga. Suatu hari, datang dokter muda berkacamata itu, “Remember Me?”
OF COURSE I REMEMBER YOU! ARGghhhhhh! Kamu kan dokter yang hampir aku tendang karena gemez!
Hehehehe…. Aku kangen Rendang Padang, Temanin aku makan di RM Padang Sederhana Tanjung Duren yach….
Nyaem.
Recent Comments