You are currently browsing the monthly archive for May, 2008.
Hari ini aku baca di yahoo.com ttg earthquake di china :
After the quake, we couldn’t sleep for five days. We were really, really afraid,” said Chen Shigui, a weathered 55-year-old farmer who climbed for two days with his wife and injured father to reach the camp from their mountain village.
(“Setelah gempa, kami tidak bisa tidur selama 5 hari. Kami sangat, sangat ketakutan”, kata Chen Shigui, seorang petani berumur 55 thn yang mendaki selama 2 hari bersama istri dan ayanya yang terluka untuk mencapai kemp penampungan dari desa mereka di daerah pegunungan)
Tentu saja mereka ga bisa tidur selama 5 hari karena trauma akan gempa. Hal ini bikin aku ingat waktu pengobatanku di china, aku ga bisa tidur selama 1 bulan. Bukan karena trauma gempa sih, tapi karena kesakitan yang sangat (I would prefer to sleep and ease the pain!) dan hm… kasurnya yang cuma setebal 2,5 cm (Jaman dulu org2 china ga pake kasur). Selebihnya mungkin karena obat? atau entahlah…. yang jelas ketika aku pulang dari china, aku dengan suksesnya turun hampir 8 kilo dan semua org bilang kalau aku kurus sekali…..(akibat surgery dan ga tidur itu tadi).
Jadi apa yang kulakukan selama 1 bulan tanpa tidur?
1. Berdoa sambil dengerin i-pod.
(Kebetulan aku sempat masukin lagu rohani “Bapa Yang Kekal”, dan lagu ini selalu “sukses” mengucurkan airmata dan perasaan bersalah atas dosaku hihihihihi)
2. Main GameBoy.
(Iyah, bener. GameBoy dgn layar kecil dan gambar yang masih pixel-art. Dengan kaset 200 games, terpuaskanlah nostalgia jaman dulu waktu maen nintendo. hehhehehe….. tapi, hari ke-20, ternyata mulai terasa eneg juga dan aku jadi paranoid setiap memejamkan mata dapat meliah super mario meloncat2 di kegelapan, plus suaranya…).
3. Melamun
(walaupun ga baik, tapi aku banyak menyusun mimpi dan rencana2 aneh untuk masa depan. Termasuk juga menyesali beberapa hal di masa lalu).
4. Nonton David Letterman di TV berbahasa mandarin
(Aku ga gitu ngerti, 70% ga ngerti! ya tapi gimana donk… satu2nya acaranya berbahasa inggris yaitu di malam dan subuh hari)
5. Asking for more pain killer and sleeping pills.
(Aku ga tau deh kenapa, pain killers dan sleeping pills yg dikasih sama dokter ga berfungsi dgn baik. hm, atau kurang banyak? yang jelas, hampir tiap jam aku disuntuk sleeping injection tapi ga mempan he he he…. sampai dokternya menyerah dan bilang no more ya karena berbahaya, cobalah untuk tidur)
6. Iri mendengar dengkuran Bunda
(Yup! Mamaku tidur dengan suksesnya….)
7. Mind Games
(Berusaha berpikir sakitku tidaklah begitu sakit…..)
Herannya, sleeping pills itu sangat berguna lho waktu aku pulang ke Indo. Dengan obat yg harus diminum 3 kali sehari, kebanyakan aku tertidur sekitar 2 jam x 3 per hari! Aku jadi susah untuk membuka mata ke kuliah atau kerja.
What’s up with that, huh?
Kemaren tiba-tiba ada obrolan dari abangku :
Yang benar itu :
“Pemeran Pembantu” atau “Peran Pembantu” atau “Pemeran Bantu”
Maksudnya kalo dalam film itu “Supporting Roles” itu kalo diterjemahkan ke bahasa Indonesia arti yg benar itu yang mana?
Kalo “Pemeran Pembantu” = orang yang memerankan pembantu
atau… “Peran Pembantu” = peran sebagai pembantu
kalo “Pemeran Bantu” jadi aneh ya kedengarannya? karena org terbiasa dengan kata “Pemeran Pembantu”
Heheheh… ga penting banget ya?

Recent Comments